Aku
pasti bisa!
Jargon itu sering terdengar di televisi layaknya sebuah
keyakinan tersendiri yang menancap di sanubari. Percaya diri adalah suatu harta
berharga kita dalam mengerjakan mimpi kita. Ketika kita yakin dengan kapasitas
kita, maka kita akan bersungguh-sungguh meraih apa yang kita inginkan. Ketika
kita berpikir bisa, maka kita telah berhasil meruntuhkan tembok besar keraguan
dalam diri kita. Kita bisa menjadi apapun tergantung dari niat dan kemauan
kita.
Banyak jalan menuju impian kita. “Pasti ada jalan!”, karena Allah selalu menyediakan jalur-jalur untuk kita berikhtiar dalam mengapai tujuan. Jangan sedih ketika apa yang kita usahakan tak tercapai di jalan A, karena masih ada jalan B, C hingga nama jalan yang tak terhingga. Barangkali kita merasakan kelemahan pada diri kita sehingga kita menjadi takut dan tidak tenang. Tetapi jika kita selalu memperhatikan bukti-bukti kekuasaan Allah kita akan menjadi yakin sehingga membuat hati menjadi tentram. Hal ini karena besarnya kekuasaan Allah yang membuat diri kita kagum dan kembali yakin bahwa jika Allah menghendaki maka terjadilah. Kun fayakun.
Banyak jalan menuju impian kita. “Pasti ada jalan!”, karena Allah selalu menyediakan jalur-jalur untuk kita berikhtiar dalam mengapai tujuan. Jangan sedih ketika apa yang kita usahakan tak tercapai di jalan A, karena masih ada jalan B, C hingga nama jalan yang tak terhingga. Barangkali kita merasakan kelemahan pada diri kita sehingga kita menjadi takut dan tidak tenang. Tetapi jika kita selalu memperhatikan bukti-bukti kekuasaan Allah kita akan menjadi yakin sehingga membuat hati menjadi tentram. Hal ini karena besarnya kekuasaan Allah yang membuat diri kita kagum dan kembali yakin bahwa jika Allah menghendaki maka terjadilah. Kun fayakun.
Ketika yang lain meragukan kita, mengolok apa yang kita
kerjakan, maka ingatlah kisah perlombaan katak yang memanjat menara. Yang
ketika itu, hampir semua peserta katak menyerah kalah karena disoraki kalimat
negatif oleh penonton. Dan ternyata ada satu katak yang bisa mencapai puncak
menara. Tahukah siapa dia? Dialah katak tuli yang menulikan masukan negatif
orang yang mampu mengucilkan keyakinan kita. Dia mengabaikan apa pendapat orang
di sekelilingnya sehingga dia mampu mengembalikan kepercayaan diri yang kurang.
Atau kisah nyata dari Thomas Alfa Edison, dimana di percobaan
yang lebih dari 1000kali, laboratoriumnya terbakar. Banyak orang
mengatakan, ”Lihat Thomas, kamu telah gagal sebanyak 1000 kali”. Namun dengan
enteng Thomas A. Edison membalikkan perkataan mereka dengan mengatakan,”Oh,
tidak… Saya tidak gagal, justru saya telah berhasil menemukan 1000 elemen yang
tidak bisa digunakan untuk menghidupkan lampu.” Sampai akhirnya Thomas pun
menemukan lampu pijar, yang sampai sekarang pun masih kita nikmati.
Pertanyaan besarnya adalah kenapa mereka tidak pernah menyerah dan terus mau mencoba? Jawabannya adalah karena mereka mempunyai harapan dan keyakinan bahwa suatu saat mereka pasti akan berhasil. Seharusnya keyakinan seperti mereka patut dimiliki oleh seorang yang mengaku beriman kepada Allah SWT, karena dalam sebuah hadits Qudsi disebutkan bahwa “Allah SWT sebagaimana prasangka hamba-Nya”.
Pertanyaan besarnya adalah kenapa mereka tidak pernah menyerah dan terus mau mencoba? Jawabannya adalah karena mereka mempunyai harapan dan keyakinan bahwa suatu saat mereka pasti akan berhasil. Seharusnya keyakinan seperti mereka patut dimiliki oleh seorang yang mengaku beriman kepada Allah SWT, karena dalam sebuah hadits Qudsi disebutkan bahwa “Allah SWT sebagaimana prasangka hamba-Nya”.
Jika seorang muslim menganggap Allah SWT itu baik, maka Allah
SWT pun akan berbuat baik kepadanya. Jika seorang muslim berhusnuzhan pada
Allah SWT, dan yakin bahwa suatu saat akan diberikan kesuksesan oleh Allah SWT,
maka pasti Allah Yang Maha Mengabulkan doa hamba-Nya akan memberikan
kesuksesan, meskipun akan diuji dengan kegagalan tentunya. Karena itu, jangan
lupa untuk senantiasa berdoa demi kemudahan dari apa yang kita usahakan. Doa
itu pun ikut menguatkan batin kita karena memang hanya Allah-lah satu-satunya
penolong kita dalam hidup.
Jadi mari mengazzamkan diri bahwa aku bisa.
Bismillahirrohmanirrohim..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar