Kaderisasi

Minggu, 24 Februari 2013

Tentara Korsel Masuk Islam


Terpesona Gerakan Solat, Puluhan Tentara Korea Selatan Masuk Islam


tentara korsel masuk islam Terpesona gerakan solat, Puluhan tentara korea selatan masuk islam
Seorang kontributor sebuah media online mengabarkan melalui facebooknya kalau ada sekitar 38 Tentara korea selatan yang bertugas di irak secara mengejutkan memutuskan untuk pindah Agama ke agama islam.
Tentara korea selatan yang masuk islam itu nyaris sebagian besar, sekitar 37 orang, berpangkat prajurit dan satu tentara lainnya berpangkat kapten.
Meskipun hanya satu orang yang berpangkat kapten, tetapi ternyata sang kapten itulah yang mempengaruhi ke-37 anak buahnya untuk masuk islam. Kapten yang diketahui bernama Kapten San Jin Gu yang menjabat sebagai komandan brigade 11 SF, Pasukan Penjaga perdamaian PBB dari korea selatan yang ditempatkan di wilayah irbil, Irak Utara itu mengaku terpesona dengan gerakan solat.
Menurut sang kontributor, saat bertugas menjadi pasukan penjaga perdamaian di Irak, sang kapten acap kali mengamati prilaku orang muslim irak yang berbondong-bondong taat untuk sholat ke Masjid, hal ini ia lakukan bukan dalam tugas memata-matai, melainkan karena markas komandonya terletak berdekatan dengan sebuah masjid.
Saat memperhatikan gerakan-gerakan sholat yang dilakukan oleh rakyat irak, ia sedikit tertegun dan berniat untuk mencoba sendiri seluruh gerakan sholat yang ia pelajari hasil dari pengamatannya itu sendirian di kamar dinasnya.
Saat mempraktekkan gerakan sholat itu sang kapten San Jin-Gu merasa ada ketenangan batin yang menghinggapinya. Karena itulah ia menjadikan gerakan sholat sebagai salah satu olahraga meditasi yang diwajibkan kepada para anak buahnya. Ternyata setelah dikenalkan dengan gerakan meditasi ala sholat itu, para prajurit juga merasakan ketenangan dan kedamaian yang sama dengan sang kapten.
Akhirnya, setelah itu kapten San Jin-Gu memutuskan untuk mempelajari islam lebih banyak dan lebih filosofis lagi sebelum akhirnya ia mantap memilih islam sebagai jalan baru dalam kehidupannya.
Saat mengaku ingin memeluk islam kepada anak buahnya, tanpa diduga, ke-37 anak buahnya juga menyatakan diri untuk ikut bersama sang kapten masuk Agama islam.

Sabtu, 02 Februari 2013

Aku BISA!



Aku pasti bisa!
Jargon itu sering terdengar di televisi layaknya sebuah keyakinan tersendiri yang menancap di sanubari. Percaya diri adalah suatu harta berharga kita dalam mengerjakan mimpi kita. Ketika kita yakin dengan kapasitas kita, maka kita akan bersungguh-sungguh meraih apa yang kita inginkan. Ketika kita berpikir bisa, maka kita telah berhasil meruntuhkan tembok besar keraguan dalam diri kita. Kita bisa menjadi apapun tergantung dari niat dan kemauan kita.

Banyak jalan menuju impian kita. “Pasti ada jalan!”, karena Allah selalu menyediakan jalur-jalur untuk kita berikhtiar dalam mengapai tujuan. Jangan sedih ketika apa yang kita usahakan tak tercapai di jalan A, karena masih ada jalan B, C hingga nama jalan yang tak terhingga. Barangkali kita merasakan kelemahan pada diri kita sehingga kita menjadi takut dan tidak tenang. Tetapi jika kita selalu memperhatikan bukti-bukti kekuasaan Allah kita akan menjadi yakin sehingga membuat hati menjadi tentram. Hal ini karena besarnya kekuasaan Allah yang membuat diri kita kagum dan kembali yakin bahwa jika Allah menghendaki maka terjadilah. Kun fayakun.
Ketika yang lain meragukan kita, mengolok apa yang kita kerjakan, maka ingatlah kisah perlombaan katak yang memanjat menara. Yang ketika itu, hampir semua peserta katak menyerah kalah karena disoraki kalimat negatif oleh penonton. Dan ternyata ada satu katak yang bisa mencapai puncak menara. Tahukah siapa dia? Dialah katak tuli yang menulikan masukan negatif orang yang mampu mengucilkan keyakinan kita. Dia mengabaikan apa pendapat orang di sekelilingnya sehingga dia mampu mengembalikan kepercayaan diri yang kurang.

Atau kisah nyata dari Thomas Alfa Edison, dimana di percobaan yang lebih dari 1000kali, laboratoriumnya terbakar. Banyak orang mengatakan, ”Lihat Thomas, kamu telah gagal sebanyak 1000 kali”. Namun dengan enteng Thomas A. Edison membalikkan perkataan mereka dengan mengatakan,”Oh, tidak… Saya tidak gagal, justru saya telah berhasil menemukan 1000 elemen yang tidak bisa digunakan untuk menghidupkan lampu.” Sampai akhirnya Thomas pun menemukan lampu pijar, yang sampai sekarang pun masih kita nikmati.
Pertanyaan besarnya adalah kenapa mereka tidak pernah menyerah dan terus mau mencoba? Jawabannya adalah karena mereka mempunyai harapan dan keyakinan bahwa suatu saat mereka pasti akan berhasil. Seharusnya keyakinan seperti mereka patut dimiliki oleh seorang yang mengaku beriman kepada Allah SWT, karena dalam sebuah hadits Qudsi disebutkan bahwa “Allah SWT sebagaimana prasangka hamba-Nya”.
Jika seorang muslim menganggap Allah SWT itu baik, maka Allah SWT pun akan berbuat baik kepadanya. Jika seorang muslim berhusnuzhan pada Allah SWT, dan yakin bahwa suatu saat akan diberikan kesuksesan oleh Allah SWT, maka pasti Allah Yang Maha Mengabulkan doa hamba-Nya akan memberikan kesuksesan, meskipun akan diuji dengan kegagalan tentunya. Karena itu, jangan lupa untuk senantiasa berdoa demi kemudahan dari apa yang kita usahakan. Doa itu pun ikut menguatkan batin kita karena memang hanya Allah-lah satu-satunya penolong kita dalam hidup.
Jadi mari mengazzamkan diri bahwa aku bisa. Bismillahirrohmanirrohim..